Agama Islam di Arab Saudi


Sebagian besar penduduk Arab Saudi adalah beragama Islam Sunni. Sekitar 15% dari warga Islam Syi'ah, yang sebagian besar tinggal di Syarqiyah (Provinsi Timur), dengan konsentrasi terbesar di QatifAl-Ahsa, dan Dammam, konsentrasi besar ditemukan di Najran, di samping sebuah minoritas kecil di MadinahIslam di Arab Saudi adalah agama yang mapan, dan sebagai lembaga yang seperti menerima dukungan pemerintah.
Populasi Non-Muslim Arab Saudi secara dominan ditemukan pada populasi pekerja asing. Arab Saudi memiliki populasi luar negeri diperkirakan sebesar 8 juta, yang sebagian besar adalah Muslim. Populasi asing dilaporkan mencakup 1.500.000 orang India, 1,5 juta warga Bangladesh, 1.200.000 warga Filipina, 1 juta warga Pakistan, 1 juta orang Mesir, 600.000 warga Indonesia, 400.000 warga Sri Lanka, 350.000 warga Nepal, 250.000 orang Palestina, 150.000 warga Lebanon, 100.000 warga Eritrea, dan 30.000 orang Amerika. statistik Komprehensif untuk agama asing tidak tersedia, namun mereka termasuk orang Muslim dari berbagai cabang dan sekolah-sekolah Islam, Kristen, dan Hindu.
Salah satu kehebatan negara Saudi adalah keberhasilannya dalam menipu kaum Muslim, seakan-akan negaranya merupakan cerminan dari negara Islam yang menerapkan al-Quran dan Sunnah. Keluarga Kerajaan juga menampilkan diri mereka sebagai pelayan umat hanya karena di negeri mereka ada Makkah dan Madinah yang banyak dikunjungi oleh kaum Muslim dari penjuru dunia.
Saudi juga terkesan banyak memberikan bantuan kepada kelompok Islam maupun negeri-negeri Islam untuk mencitrakan mereka sebagai pelayan umat dan penjaga dua masjid suci (Khadim al-Haramain). Akan tetapi, citra seperti ini semakin pudar mengingat sepak terjang keluarga Kerajaan selama ini, terutama persahabatannya dengan AS yang mengorbankan (nyawa, harta dan negara) kaum Muslim.
Orang-orang awam selama ini menjadi korban dari berita-berita penipuan yang sengaja disebarkan oleh para pemuja Kerajaan Arab Saudi. Kaum Muslimin lupa, bahwa yang menjadi penguasa Makkah dan Madinah saat ini adalah Keluarga Kerajaan (Aly Saud) yang mengusung paham Khawarij dan Mujasim, bukan Ahlussunnah. 
Di Arab Saudi merupakan salah satu negara yang mayoritas pendduduknya memeluk agama islam, jadi tidak diragukan lagi banyak  berdiri bangunan masjid. Masjid merupakan tempat untuk menjalankan ibadah sholat bagi umat islam. Tidak hanya masjid, ada juga musholla. Masjid dan musholla kegunaannya sama, yakni sebagai tempat beribadah, perbedaanya hanyalah terdapat pada ukuran bangunan, masjid cenderung besar dan megah, sedangkan musholla sendiri cenderung kecil dan sederhana. Dalam sebuah masjid maupun musholla tentunya terdapat perlengkapan-perlengkapannya. Salah satu perlengkapan tersebut yakni jam digital masjid. Jam digital masjid sekarang ni banyak dicari oleh masyarakat dan paling utama oleh para takmir masjid. Toko jam digital masjid bekasi, jam digital masjid juga sudah banyak tersedia di toko perlengkapan masjid. Kami juga meproduksi jam digital masjid berkualitas dan terjangkau. Produk jam digital masjid kami sudah terbukti dan terpercaya. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk kami dapat kunjungi website kami di www.jadwaldigital.com


Sumber:
sejarahislamarabsaudi.blogspot.com

Komentar